Sosialisasi Desa Wisata

Banyak orang berbicara dan bertanya tentang Ecotourism, disebabkan karena banyak istilah yang mengandung pengertian sama atau serupa dan sejiwa sehingga kurang memberikan kejelasan tentang “Apa yang dimaksud dengan ECOTOURISM

ECOTOURISM menurut FENNEL

wisata berbasis alam yang berkelanjutan dengan fokus pengalaman dan pendidikan tentang alam, dikelola dengan sistem pengelolaan tertentu dan memberi dampak negatif paling rendah terhadap lingkungan, tidak bersifat konsumtif dan berorientasi pada lokal (dalam hal kontrol,manfaat yang dapat diambil dari kegiatan usaha)

ECOTOURISM menurut World ConservationUnion *WCU

perjalanan bertanggung jawab secara ekologis, mengunjungi daerah yang masih asli (pristine) untuk menikmati dan menghargai keindahan alam (termasuk kebudayaan lokal) dan mempromosikan konservasi

ECOTOURISM menurut deklarasi Quebec (Quebec Declaration on Ecotourism)

“Ecotourism menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkesinambungan (sustainable tourism) dan berikut adalah beberapa prinsip yang membedakannya dari konsep sustainable tourism yang lebih luas”, yaitu:

  • Berperan aktif untuk pelestarian (conservation) lingkungan, baik alam maupun peninggalan budaya;
  • Melibatkan masyarakat lokal dan asli dalam kegiatan perencanaan, pengembangan dan operasionalnya serta bermanfaat meningkatkan kesejahteraan mereka.
  • Menjelaskan tentang lingkungan alam dan peninggalan budaya kepada para pengunjung;
  • Mengizinkan para wisatawan, baik yang bebas (independent travellers) maupun kelompok kecil wisatawan dalam tour yang diorganisir (organized tours) untuk menikmatinya dengan cara yang lebih baik.

Dari berbagai definisi tersebut, maka dapat dijelaskan bahwa :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perbedaan ECOTOURISM dengan MASS TOURISM

Berbagai aktifitas dalam ECOTOURISM

mengingat pentingnya pengembangan pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism), Pemerintah Kabupaten Bondowoso berusaha untuk mengembangkan “Desa Wisata” di beberapa desa, Yaitu Desa Kalianyar, Desa Sumberkemuning, Desa Kemirian diKecamatan Tamanan, Desa Gunung Sari di Kecamatan Maesan. Tiap desa memiliki potensi beragam satu sama lainnya. salah satu desa yang akan dijadikan embrio Desa Wisata lain adalah Desa Kupang di Kecamatan Pakem.

kegiatan Desa Wisata tidak terlepas dari peran serta masyarakat lokal, karena masyarakatlah yang menjadi point penting kesuksesan kegiatan di Desa Wisata. Wisatawan atau beberapa menginginkan disebut sebagai Traveler, yang tertarik untuk mengunjungi dan tinggal sementara di Desa Wisata tentunya ingin mengetahui secara langsung tentang keseharian masyarakat lokal, Budaya Khas dan terlibat langsung didalamnya.

untuk itu diperlukan upaya untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat lokal tentang Apa dan Bagaimana Desa Wisata itu. Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Perhubungan Kabupaten Bondowoso melaksanakan Sosialisasi Desa Wisata di beberapa kecamatan yaitu : Kecamatan Tamanan, Kecamatan Maesan dan Kecamatan Pakem. kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan penjelasan dan pemahaman tentang pelaksanaan program Desa Wisata serta manfaatnya bagi masyarakat desa setempat. Serta untuk mengajak masyarakat setempat agar dapat berpartisipasi aktif dalam program Desa Wisata

Tim Sosialisasi Desa Wisata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s